Siapa bilang “work-life balance” hanya mitos? Ikuti 5 cara ini!

Siapa bilang “work-life balance” hanya mitos? Ikuti 5 cara ini!

Di tengah hectic-nya rutinitas kerja dan target yang membuat sesak nafas, kadang-kadang kita tanpa sadar menyingkirkan kehidupan sosial yang sebenarnya tidak kalah penting. Kalau kamu tidak masalah dengan pola hidup seperti ini, silakan lanjutkan rutinitas kamu selama ini. Tetapi kalau tidak, beberapa tips berikut bisa kamu ikuti agar bisa punya kehidupan sosial yang sehat tanpa harus mengabaikan tanggung jawab terhadap pekerjaan.

Jangan bawa pekerjaan ke luar kantor

Memang sih, terkadang sefokus apa pun kita di kantor, pekerjaan di depan mata seperti tidak ada habisnya. Tetapi, kamu juga harus bisa menentukan kapan harus berhenti. Ini adalah sesuatu yang perlu kamu lakukan, jadi jangan takut atau merasa bersalah. Setelah meninggalkan kantor, fokus dengan yang ada di depanmu—be present. Nikmati momen sendiri atau bersama keluarga, teman, atau significant other. Ingat, kamu bukan satu-satunya yang punya pekerjaan dan berusaha meluangkan waktu.

Luangkan waktu untuk diri sendiri

Stay di rumah sendirian ketika weekend menyedihkan? Jalan-jalan sendiri itu seperti anak hilang? Siapa sih, yang memberikan stigma itu? Faktanya, sesekali setiap orang butuh waktu dan ruang untuk diri sendiri tanpa ada distraksi apa pun (ya, dari termasuk orang-orang terdekat). Waktu sendiri seperti ini akan memberikanmu kesempatan untuk menemukan inner peace dan membentuk identitas diri tanpa pengaruh luar.

Lakukan olahraga dan/atau meditasi

Jaga tubuhmu karena seumur hidup kamu hanya punya satu. Di sela-sela kesibukan kerja dan kegiatan sosial, beri waktu untuk berolahraga atau bermeditasi minimal 10 menit setiap harinya. Ini juga merupakan bentuk self-care, loh. Endorfin yang dikeluarkan oleh tubuh ketika melakukan kedua kegiatan ini terbukti dapat secara efektif mengurangi stress dan memperbaiki mood. Hasilnya, kamu akan lebih bersemangat dan tidak gampang terpengaruh energi negatif yang ada di sekitarmu.

Berhenti jadi perfeksionis

Salah satu kunci mencapai work-life balance adalah dengan tidak menjadi seseorang yang perfeksionis. Tidak sedikit orang yang bekerja overtime bukan karena sedang banyak tugas yang harus diselesaikan, tetapi karena merasa yang sudah mereka kerjakan belum sempurna. Well, jangan terlalu keras dengan diri sendiri. Kalau kamu berhasil menghilangkan kebiasaan ini, kamu akan lebih mudah untuk berfokus pada hal lain di luar pekerjaan.

Perhatikan pace kerjamu

Pace atau kecepatan kerja kita pasti berbeda setiap harinya—dan tidak ada yang salah dengan itu. Terkadang, kamu sangat bersemangat sampai bisa produktif selama 10 jam, tapi terkadang, energi kamu hilang dan hanya bisa produktif selama 3 jam. Ikuti flow energimu. Bukan berarti kamu tidak konsisten. Namun, kamu juga perlu mendengarkan kebutuhan tubuh agar energimu bisa tersalurkan dengan lebih efektif dan kualitas kerja lebih maksimal tanpa harus stress.


Sumber: https://glints.com




  Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar