Bawang Merah, Bumbu Masakan Banyak Manfaat

Bawang Merah, Bumbu Masakan Banyak Manfaat
Bawang merah (Allium cepa L. Kelompok aggregatum) merupakan tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan di Asia Tenggara dan dunia. Orang Jawa mengenalnya sebagai brambang. 

img-1429844872.jpg

Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah umbi meskipun beberapa tradisi kuliner juga menggunakan daun dan tangkai bunganya sebagai bumbu penyedap. Tanaman ini diduga berasal dari daerah Asia Tengah dan Asia Tenggara. Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk tandan yang bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga. 

Di ujung dan pangkal tangkai mengecil dan di bagian tengah menggembung. Bentuknya seperti pipa yang berlubang di dalamnya. Tangkai tandan bunga ini sangat panjang, lebih tinggi daripada daunnya sendiri, yakni mencapai 30-50 cm. Bunga bawang merah termasuk bunga sempurna yang tiap bunga terdapat benang sari dan kepala putik. 

Bakal buah sebenarnya terbentuk dari tiga daun buah yang disebut carpel yang membentuk tiga buah ruang dan dalam tiap ruang tersebut terdapat 2 calon biji. Buahnya berbentuk bulat dengan ujung tumpul. Bentuk biji agak pipih. Biji bawang merah dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman secara generatif. 

Bawang merah mengandung vitamin C, kalium, serat, dan asam folat. Selain itu, bawang merah mengandung kalsium dan zat besi. Bawang merah juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksin dan giberelin. Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat tradisional. Bawang merah dikenal sebagai obat karena mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin.

Senyawa alliin oleh enzim alliinase, selanjutnya diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan alliisin sebagai antimikroba yang bersifat bakterisida. Bawang goreng adalah bawang merah yang diiris tipis dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak. Pada umumnya, masakan Indonesia berupa soto dan sup menggunakan bawang goreng sebagai penyedap sewaktu dihidangkan. 

Selain diolah menjadi bawang goreng, bawang merah juga bermanfaat sebagai obat maag, masuk angin, menurunkan kadar gula dalam darah, menurunkan kolesterol, obat kencing manis/diabetes melitus, memperlancar pernapasan, dan memperlancar aliran darah karena bawang merah dapat menghambat penimbunan trombosit dan meningkatkan aktivitas fibrinotik. 

Bawang merah dan bawang putih memiliki rasa lembut jika ditambahkan pada masakan Oriental pedas, Meksiko, Prancis, dan Mediteranian. Penggunaan bawang merah juga berkembang pada masakan tradisional, berkat karakter khas bawang merah, lebih nyata dan lebih manis daripada bawang putih. Tidak mengherankan, bawang merah adalah bumbu pelezat masakan utama dalam banyak masakan ikan, daging, dan sayuran. 

Dan perlu Anda ketahui bawang merah juga menjadi obat herbal yang sangat mujarab untuk kesehatan. Bawang merah dapat ditemukan di banyak negara. Beberapa negara memiliki varietas bawang merah yang berbeda. Perbedaan mungkin nyata, bergantung pada varietas yang ditanam khas tradisional atau lokal. 

Di Asia, bawang merah biasanya mempunyai ukuran lebih kecil dan lebih bulat dengan warna kemerahan. Di Prancis, semua bawang merah lebih memanjang dan warnanya cokelat kemerahan. Di Belanda, bawang merah lebih bulat. Di Denmark, bawang merah berwarna kuning-cokelat tradisional. Bawang merah terkenal dengan bahasa Latinnya, Allium cepa L atau di Indonesia dikena l dengan nama bawang merah, red onion dalam bahasa Inggris. 

Bawang merah sering disebut juga dengan nama berambang. Tanaman bawang merah ini banyak ditanam orang di sawah maupun di ladang yang cukup memperoleh sinar matahari. Tanaman bawang merah juga merupakan tumbuhan berumpun dan berumbi lapis ini berwarna keunguunguan dan berbau tajam. 

Tanaman bawang merah adalah tanaman semusim. Bawang merah juga merupakan bagian penting dari bumbu masakan, baik untuk masakan rumah tangga, restoran maupun industri makanan. Di samping itu, bawang merah juga bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal. Seperti yang kita ketahui bawang merah dapat diolah menjadi bawang goreng untuk ditambahkan pada makanan. 

Nah, untuk hasil terbaik maka setelah bawang diiris tipis, campurkan dengan maizena, campur rata, lalu diamkan sejenak. Maizena membantu tekstur bawang lebih renyah. Lalu goreng dengan minyak panas, tapi api kecil, setelah matang, tiriskan, lalu angin-anginkan hingga dingin. Setelah itu, simpan dalam toples yang rapat agar tetap garing.

Sylvania Oktyvani usdoko
Email: agnessylvania@gmail.com 
Twitter: @agnessylvn Alumni DCT and Culinary Arts Academy Switzerland



  Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar