Bangkit Setelah Bisnis Gagal Memang Tak Mudah, tapi Anda Bisa Melakukan 5 Hal Ini

Bangkit Setelah Bisnis Gagal Memang Tak Mudah, tapi Anda Bisa Melakukan 5 Hal Ini

Bangkit Setelah Bisnis Gagal Memang Tak Mudah, tapi Anda Bisa Melakukan 5 Hal Ini – Bisnis tanpa risiko sama halnya seperti bisnis yang tidak menantang. Anda tidak tahu apa yang kurang dari bisnis Anda karena merasa selama ini apa yang dikerjakan lancar-lancar saja.

Anda pun tidak tahu apakah bisnis Anda berkembang atau tidak karena Anda selama ini bermain aman.


Memang, mengambil risiko sama saja dengan harus siap dengan segala konsekuensi yang mungkin diterima.

Entah persaingan yan ketat, kondisi pasar yang sedang tidak stabil, harga bahan baku yang tiba-tiba melonjak, hingga siap bila terpaksa harus mengalami kegagalan.

Meski bisnis sedang terpuruk, Anda selalu punya pilihan utama untuk bangkit kembali.

5 Hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Bangkit Setelah Bisnis Gagal

1Anda perlu memiliki visi

mencari ide bisnis

Salah satu masalah yang bisa muncul dalam bisnis ialah adanya perbedaan visi para co-founders di perusahaan Anda.

Bagi Gino Wickman, penulis buku Traction: Get a Grip on Your Business, visi sangat penting untuk mendefinisikan siapa Anda dan apa organisasi Anda, ke mana bisnis ini akan dibawa, dan bagaimana mencapai tujuan Anda.


Seharusnya, visi bisa dibuat dengan mudah karena semuanya sudah terbayang di kepala Anda.

Tiga contoh pertanyaan yang dapat membantu Anda menentukan visi ialah apa nilai-nilai utama perusahaan Anda, apa fokus utama Anda, dan ke mana Anda akan membawa bisnis ini 10 tahun dari sekarang.


2Pilihlah partner bisnis dengan bijak

merekrut karyawan pertama kali

Ketika baru memulai bisnis, banyak orang yang menjadikan teman, anggota keluarga, atau pasangan sebagai co-founder. Hal tersebut bisa diterima, apalagi kalian sudah memiliki rasa percaya satu sama lain, yang mana akan memudahkan ketika sedang bekerja bersama.


Di sisi yang berlawanan, dalam kebanyakan kasus, alangkah lebih baik jika Anda tidak berteman terlalu baik dengan rekan Anda karena jika bisnis mengalami kemunduran, akibatnya bisa berimbas pada hubungan baik Anda dan rekan.


3Seorang mentor bisa membantu Anda dari kegagalan bisnis

bicara secara personal - karyawan dan entrepreneur

Belajar soal bisnis mungkin bisa dilakukan dengan membaca buku, mendatangi berbagai konferensi, atau mendengarkan podcast. Namun, ketika Anda menghadapi tantangan yang tak terduga, mentorship akan sangat membantu.

Pengalaman dan ilmu yang dimilikki seorang mentor bisa membantu Anda menjalankan bisnis dengan lebih maksimal.


TechCrunch menulis, startup atau bisnis Anda bisa tiga kali lebih sukses jika memiliki mentor. Mentorship memiliki korelasi yang lebih kuat dengan kesuksesan perusahaan dibanding umur, pengalaman, dan latar belakang founder itu sendiri.


4Buat diri Anda selau termotivasi

perilaku seorang bos sejati yang patut anda miliki - mengucapkan terima kasih

Motivasi adalah kebiasaan positif yang harus selalu Anda jaga. Beberapa hal yang bisa membuat Anda termotivasi di antaranya, mendengarkan atau membaca buku-buku motivasional setiap hari dan bermeditasi untuk menyegarkan kembali pikiran Anda.

Selain itu tulislah semua tujuan di kertas kecil, lalu tempel di sebelah PC Anda supaya Anda tahu apa yang harus dilakukan setiap hari.

Anda juga bisa mendengarkan berbagai sesi wawancara inspirasional di pagi hari. Beberapa podcast yang bisa didengarkan ialah The Three Month Vacation, EOFire, dan Traction.


5Pastikan tujuan bisnis sejalan dengan tujuan kehidupan Anda

belajar hal baru - presentasi - ide

Ketika baru mulai menjalankan bisnis, mungkin Anda senang dengan produk yang Anda jual. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Anda tidak senang dengan marketing yang dijalankan oleh tim Anda. Jika tidak berhati-hati, halnya tersebut akan berdampak pada tujuan kehidupan Anda.

Sedikit saran, sebelum menulis tujuan untuk bisnis, tulislah dulu tujuan personal dalam hidup Anda.


Bagaimana gambaran Anda 10-20 tahun ke depan? Apakah Anda ingin bekerja dengan jadwal reguler atau fleksibel? Berapa banyak waktu yang ingin Anda luangkan untuk teman-teman dan keluarga?

Setelah itu, barulah tulis tujuan bisnis Anda. Apa yang indin diraih? Berapa harga yang akan Anda patok untuk menjual bisnis Anda?




  Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar